18/03/16

MBA (Me Back Again)

Selamat bertemu kembali..haha

Saya memutuskan untuk kembali menulis karena..jenuh juga kalo di rumah tidak ada kerjaan. Maklum, di daerah tempat tinggal saya yang baru ini, jaringannya alhamdulillah banget kalo dapet, susahnya minta amp..pal jagung. Karena biasanya kalo gak ada kerjaan ya mainin hape dan berhubung gak ada sinyal internet maupun wifi gratis, saya pikir kembali menyingkirkan debu dan sarang tawon dari blog ini adalah pilihan yang paling memungkinkan.

Dengan sedikit perubahan yah tentunya. Soalnya kalo diliat dari jejak-jejak postingan dulu kayanya hm-emh banget deh..mengingatkan saya kalo dulu juga saya pernah alay, haha. Jadi semuanya dikembalikan ke draft lagi dan memulai lembaran lagi.

Sejalan dengan kehidupan saya yang baru sebagai seorang istri. Iya, saya baru menikah di bulan Agustus lalu. Kebetulan suami saya seorang jurnalis dan akhir-akhir ini dia sibuk dengan obsesinya untuk meluncurkan buku esai pertamanya. Saya jelas sangat mendukung. Namun, dengan konsekuensi jatah perhatian berkurang karena harus toleran ketika dia asik bercinta dengan BB-nya.

Selain menjadi istrinya saya juga didapuk sebagai editor pribadinya. Sejak saat itu saya sering mendengar suara-suara halus yang membuat nasi uduk - bukan - bulu kuduk berdiri, kuping semriwing, merinding, hingga kriting, "kapan bebe mengedit esai-esai itu...?"

Bukannya apa, saya sih mau-mau aja, cuma waktunya. Hmh..apalagi dengan pekerjaan saya yang sekarang benar-benar benar. Ya, itu. Jadi ya jarang saya punya mood yang enak buat mengedit esainya.

Mengingat pekerjaan edit-mengedit tidak hanya saya lakukan di rumah, ya karena di kantor juga tugas saya mengedit, jadi ya..ya ya ya.

Ya sudah lah. Bagian itu akan saya ceritakan di postingan-postingan selanjutnya saja. - Doakan saja saya rajin mosting terus, kalo gak mandek lagi -

Nah mengenai beberapa postingan terbaru sebelum ini yang tidak ikut saya museumkan ya memang sengaja saya pertahankan. Karena itu nanti ada hubungannya sama cerita ke depan. Honestly, itulah salah satu motivasi untuk memulai ini lagi. Tapi tentu dengan posisi saya yang berbeda. Saya yang sekarang.

Tulisan disini rencananya sih bakal saya jadikan tempat curhat, sesuai dengan perubahan namanya. Saya pikir akan banyak hal yang terjadi dalam jenjang kehidupan saya yang sekarang yang mungkin juga sama dengan yang terjadi pada perempuan muda lainnya yang sudah masuk dalam kehidupan rumah tangga.

Saya hanya perlu tempat share yang bebas, blak-blakan, tanpa perlu menjaga takut ada yang tersinggung, kapan saja saya mau, tentang apa saja, mengenai siapa saja, dan tanpa orang harus tau siapa saya. Kalaupun tak ada yang baca juga tak masalah. Saya juga tak berharap ada yang bersimpati ataupun empati kepada saya. Saya hanya perlu wadah, tempat melampiaskan isi kepala, yang tak terbatas, untuk saya sendiri. Kalaupun ternyata ada yang menyimak, ya silahkan senyum-senyum sendiri. Hmm..iyah..kaya gituh.

Berikutnya..apalagi ya...

Sekarang jam..11.42 pm. Power charging 20% sedangkan power mata saya kira-kira masih 65%.
Ya masih cukup banyak kekuatan untuk meneruskan tulisan ini.

Oiya, mengenai gaya bahasa saya yang sekarang jika terasa agak kaku ya mungkin pengaruh profesi yang sekarang. Tapi ya saya nyaman dengan style seperti ini mungkin akan tetap saya pertahankan. Sewaktu-waktu bisa saja berubah sesuai dengan mood. Lagian juga ini kan untuk saya sendiri. Ya siapa tahu saja nanti saya terkenal lewat tulisan-tulisan saya, lalu kayak si Raditya Dika yang blognya dibaca orang-orang. Makanya style nulisnya seolah-olah ada yang baca walopun mungkin gak ada juga. Soalnya link blog ini sudah saya hapus dari mana-mana gak akan ada. Kalopun ada yang nemuin berarti dia orang yang lagi galau karena keyword yang dia ketik di google mirip saya isi tulisan saya. Kalo gak berarti dia masih ingat link blog saya dan dia sengaja buat stalkingin saya. Cie..kamu. Haha.

Baiklaaah..berusaha untuk tidur karena besok banyak agenda pemerintah yang harus saya kejar. Saatnya bergabung dengan suamiku untuk melukis pulau-pulau di kasur. Kira-kira dia memimpikan artis mana lagi ya malam ini. Errr..god,hmh.

Malam...



08/08/15

Finally

Akhirnya...

Tiada kata yang mampu kurangkai demi mengingat hari-hari indah, menyenangkan, tawa, dan tangis (pun hingga detik ini). Bersamamu, waktu tak ternilai.. Tak bisa kugambarkan betapa berharganya.. Aku rindu.. Jariku kelu.. Hanya ada rintihan dalam diam.. Dan air mata cukup untuk mengisyaratkan..

Bahkan lorong labirin yang kita temukan nampak hampa kehilangan dedaunnya. Apakah karna musim yang berganti, ah tidak..kupikir ia tau apa yang kita rasakan. Karna ia merupakan hal kecil yang bermakna, bagian dari kisah kita. Ia turut berduka. Ia sedih dalam lirih.

Aku mencoba untuk ikhlas. Betapa sulitnya bahkan baru pada titik mencoba.

Setiap kali aku memandangmu, menatap wajahmu dalam, mencium aroma mu, aku takut. Bagaimana jika nanti aku merindukan itu untuk kupegang, kucium, kunikmati. Aku takut.

.......

Yang bisa kusyukuri, paling tidak aku masih bisa melihatmu. Memandang dari kejauhan. Senyummu. Hmm..kuharap itu selalu menghiasi wajahmu. Kebahagiaanmu adalah ketenangan bagiku.

Terima kasih sudah berada pada posisi itu. Pun hingga saat ini. Sungguh tidak mudah, aku tahu. Ku harap kita masih bisa berbagi cerita, tawa, dan suka, tak ada lagi tangis derita.

And in the end you're still my friend
At least we did intend for us to work
God knows we're worth it

Hmm..malam sebenarnya selalu ada
Tergantung kita melihat dari belahan bumi yang mana
Dan ketika kita berada di bumi yang disinari mentari
Yakinlah, diujung sana ada malam yang masih bisa kita nikmati
Walaupun dari kejauhan
Walau kerlip bintang tertutup awan..

Akhirnya...

Janie punya jalannya sendiri..
Doakan aku..

Bila memang ini ujungnya
Kau kan tetap ada di dalam jiwa

Always cheerfull.. :)

(for the last)
JR

12/07/15

Part

Your world. My world. We live at the same life in our world each other.

Menyenangkan melihat kamu ceria, senang dengan dunia barumu. Dari jauh, tampak kamu dikelilingi orang-orang yang bisa membuatmu tertawa. Orang-orang yang membuat hidupmu berwarna.

Sebenarnya ada rasa... Ah, tapi aku tidak boleh egois bukan? Aku camkan dalam pikiranku kalau dalam kehidupan yang satu ini ada banyak dunia. Bisa jadi orang berkata di dunia yang satu ini ada banyak kehidupan, kehidupan orang-orang yang berada dalam dunia. Tapi bukan itu, yang aku maksud adalah dalam kehidupan yang satu terdapat banyak dunia. Ya. Bahkan satu orang bisa punya banyak dunia dalam kehidupannya. Seperti halnya kamu. Seperti aku.

Hm.. Mungkin ini hanyalah alasan yang kubuat-buat untuk melarikan rasa cemburu, iri, atau apa itu ketika kamu punya dunia lain yang mengalihkan perhatianmu dariku. Yang mengambil sebagian waktumu yang dulunya untukku.

Haha.. Begitu naifnya aku merasa sedemikian rupa sementara jauh sebelum ini aku sudah memiliki dunia-dunia yang lain. Dunia yang kamu sering cemburui. Dunia yang aku terjerat di dalamnya. Dunia yang ku amini layaknya dogma. Dunia yang kita sadari tidak benar namun tetap saja tak rela melepasnya.

Untuk menghibur diri sekali lagi aku camkan dipikiranku. Seperti juga yang sering kau simpulkan dari dialog-dialog panjang kita. Mungkin ini adalah jalannya. Iya. Pada akhirnya kita akan berjalan pada rute kita masing-masing. Merangkai cerita dalam frame yang berbeda. Berlayar dalam bahtera yang tak sama.

(Benarkah? Oh bahkan menyadarinya saja aku kelu. Menerimanya? Tak yakin ku bisa)

Paling tidak ketika aku harus pergi nanti, aku tau ada dunia yang akan menyenangkanmu. Ada orang-orang yang akan mengalihkan sadarmu akan ketiadaan ku. Mungkin kamu akan bertemu bintang terang yang lain dari sana. Setidaknya khawatirku berkurang. Setidaknya aku selangkah bisa merelakanmu. Setidaknya...hm..aku harap tawa itu selalu menghiasi wajahmu yang selalu ku rindu.

JR

27/06/15

Kita hampir..tapi hampir saja tak cukup...

I'd like to say we gave it a try
I'd like to blame it all on life
Maybe we just weren't right, but that's a lie, that's a lie

And we can deny it as much as we want
But in time our feelings will show

'Cause sooner or later
We'll wonder why we gave up
The truth is everyone knows

Almost, almost is never enough
So close to being in love
If I would have known that you wanted me
The way I wanted you
Then maybe we wouldn't be two worlds apart
But right here in each others arms

Here we almost, we almost knew what love was
But almost is never enough

If I could change the world overnight
There'd be no such thing as goodbye
You'll be standing right where you were
And we'd get the chance we deserve

Try to deny it as much as you want
But in time our feelings will show

'Cause sooner or later
We'll wonder why we gave up
The truth is everyone knows

Almost, almost is never enough (is never enough, babe)
We were so close to being in love (so close)
If I would have known that you wanted me the way I wanted you, babe
Then maybe we wouldn't be two worlds apart
But right here in each others arms

Here we almost, we almost knew what love was
But almost is never enough

*In the nite that will remembering us how we own each other. Love and hope always...

JR

05/06/15

How Can I...

Bagaimana aku bisa..
Setelah banyak hal kita ukir bersama

Bagaimana aku bisa..
Setelah kita pernah padu merupa satu

Bagaimana aku bisa..
Setelah banyak mimpi menjadi terpenuhi

Bagaimana aku bisa..
Setelah pagi ku resapi, tapi malam tetap saja datang tanpa permisi

Kini yang ku bisa..
Menatap raut rupa yang terabadikan
Mendekap kenangan yang tersimpan
Membayangkan aroma yang kurindukan
Membiarkan bulir hangat menelusuri raut wajah
Melepaskan rasa yang menggigit sukma

Saat ini, ingin sekali aku memeluk malam, di sisa waktu hingga pagi kembali datang..

Andai aku bisa...

JR