23/04/15

Ini tentang Kegundahan

Kamis malam.

Bagi orang yang berpasangan malam ini bisa jadi malam yang ditunggu-tunggu. Untuk sekadar berbagi cerita, dihiasi canda. Memberi sayang, merajut senang. Di luar hujan. 10.03 pm, belum terlalu malam.

Keadaan.

Alkisah, tinggallah seorang wanita muda tak terlalu belia. Di bilik temaram redup cahaya. Kisi-kisi memantulkan siluet bak jaring laba-laba. Memikirkan nasibnya. Mengenali dirinya. Mempertanyakan hatinya. Mengapa ...?

Kebersamaan.

Bagi orang yang tak terbiasa sepi, malam seperti ini pasti dirutuki. Mengapa sunyi tak kunjung pergi? Padahal jengah. Padahal resah kesah gundah susah membuncah..berujung amarah,,, Hah..sudah..lah...

Hati.

....
Mengapa dia suka sekali berseteru dengan otak?
"Ku tak tau harus bagaimana untuk raba mimpi atau nyata dan bedakan rasa dan suasana dalam rangka sayang atau cinta yang sebenarnya."
Pada akhirnya saya menyadari bahwa membedakan fiksi dan nyata itu taksa. Dan saya memilih untuk menikmati yang menyenangkan, tanpa takut, tanpa harus terkekang aturan yang menyesatkan.

Kepada hati itu.

Aku...rindu.

JR